Kapolri dan Panglima TNI dampingi Presiden RI tinjau pasca bencana Tsunami Banten.

Kapolri Jenderal Polisi Prof.H. Muhammad Tito Karnavian, Ph,D dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtanto, SIP mendampingi Presiden RI tinjau penangan bencana Tsunami di wilayah Anyer dan sekitarnya (24/18).

Lokasi pertama kali yang dikunjungi oleh Presiden adalah Posko BNPB kemudian peninjauan ke Puskesmas Kabupaten Pandeglang. Disana presiden meninjau pelayanan kesehatan yang jadi tempat perawatan para korban bencana tsunami.

Dalam peninjauannya itu, Presiden ingin memastikan agar penanganan dampak bencana tsunami diselesaikan cepat dan baik, terutama soal evakuasi korban dan adanya bantuan pelayanan kesehatan. Kegiatan peninjauan dilanjutkan ke posko pengungsian dan trauma healing, dan berakhir di pantai Carita.

Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Menteri Sosial, Kepala BNPB, Menteri Kesehatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk fokus mengerjakan tanggap darurat. ” Saya telah memerintahkan melakukan langkah-langkah darurat, menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya,” ujar Jokowi.

Presiden menegaskan pemerintah pusat akan membantu seluruh penangan dan evakusi korban bencana. Seluruh korban akan didatakan baik korban jiwa, materil dan non materil. Penyediaan air bersih dan posko kesehatan sebanyak mungkin akan kita upayakan. Selanjutnya penanganan trauma healing kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB tercatat ada 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir, As Ops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Msi, Dankor Brimob Polri Irjen Pol Rudi Sufahriyadi, Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Kapusdokes Polri Brigjen Pol Dr.Arthur Tampi dan Direktur Polisi Udara Brigjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat