Forki Medan Pengumpul Medali Terbanyak Kejurda Forki Sumut 2019

Sekum Pengprov Forki Sumut Zulkarnaen Purba foto bersama para juara Kejurda karate, di Gelanggang Remaja Medan.

Medan – Kontingen Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kota Medan tampil sebagai pengumpul medali terbanyak pada kejuaraan daerah (Kejurda) karate antar juara Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) Forki Sumut tahun 2019, di Gelanggang Remaja, Jl Sutomo Medan, Minggu (3/3).

Pada event yang disaksikan Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis Ketua I Prof Agung Sunarno, Kabid PPO Dispora Sumut Drs Josua Sinurat MM, Kadis Perhubungan Kabupaten Batubara Drs Sahala Nainggolan ini, kontingen Forki Medan berhasil mendulang 12 medali emas, 12 perak dan 3 perunggu.

Posisi kedua ditempati kontingen Serdang Bedagai (Sergai) dengan 1 emas dan 4 perunggu, Asahan di posisi ketiga dengan raihan 1 emas dan 3 perunggu, serta Langkat di tempat keempat dengan memperoleh 1 emas dan 2 perunggu.

Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Forki Sumut Zulkarnaen Purba dalam sambutannya saat menutup Kejurda Kerate tersebut mengatakan, cukup merasa puas selama melihat Kejurda karate yang berlangsung seharian penuh itu, karena seluruh karateka bertanding penuh dengan semangat.

Apalagi katanya, Kejurda karate ini merupakan penjaringan awal para karateka Sumut yang dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) karate memperebutkan Piala Kasad 2019, yang rencanannya berlangsung 22-24 Maret mendatang, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Selama ini karateka Sumut selalu dengan tradisi medali emas di Piala Kasad. Dan kalau semua pihak yang terlibat dalam mempersiapkan karateka menghadapi Piala Kasad ini bersinergi secara baik, saya yakin tradisi medali emas di Piala Kasad bisa diraih nantinya,” ujarnya.

Dikatakan, Kejurnas Piala Kasad akan dijadikan PB Forki sebagai seleksi awal pembentukan tim Pelatnas SEA Games 2019, bulan Desember mendatang di Filipina. “Pada pelaksanaan SEA Games lalu kontingen Indonesia diperkuat 5 karateka asal Sumut. Untuk SEA Games tahun 2019 ini kita berharap bisa meloloskan menimal tiga karateka Sumut memperkuat kontingen Merah Putih,” harapnya.

Namun, Zulkarnaen Purba sangat menyayangkan, selama berlangsungnya Kejurda karate Forki Sumut itu, seluruh karatekan terlihat mulali memperlihat krisis kedisiplinan. Padahal, event ini diikuti beberapa karateka nasional asal Sumut yang tergabung dalam Program Sumut Emas (PSE) binaan KONI Sumut.

“Disiplin sangat dibutuhkan oleh seluruh atlet cabang olahraga apapun. Tanpa disiplin prestasi yang kita raih tidak ada artinya,” sesal Zulkarnaen Purba.

Untuk itu, Zulkarnaen Purba berharap, agar seluruh karateka tetap menjaga disiplin. Karena, kedisiplinan sangat dibutuhkan dimanapun kita berada. “Kedisiplinan harus tetap dijaga para karetaka, baik saat bertanding maupun di luar pertandingan,” katanya.

Selain itu, Zulkarnan Purba menilai, di Kejurda karate ini masih ada “Panggung Sandiwara” bagi para wasit/juri dengan memberi keuntungan nilai bagi karateka yang satu perguruan dengan mereka.

“Untuk itu, saya berharap kepada wasit/juri harus tulus dan ikhlas dalam memimpin pertandingan, karena even ini sebagai evaluasi kita dalam mempersiapkan karateka menghadapi PON XX 2020 di Papua ,” jelasnya.

Zulkarnaen Purba juga berharap kepada wasit/juri senior melakukan pembinaan terhadap para juniornya agar hasil yang dicapai ke depannya lebih bagus lagi. Karena hasil dari suatu pertandingan tidak terlepas dari peran wasit/juri.

Kepada Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov Forki Sumut dan jajarannya juga diharapkan benar-benar memilih karateka berkualitas untuk menghadapi Piala Kasad nanti, dan jangan ada yang memandang perguruan masing-masing. “Kalau kita sudah menjadi pengurus Fokri, bendera perguruan kita harus kita tinggalkan,” harapnya.

Sementara Ketua I KONI Sumut Prof Agung Sunarno menyabut baik dilaksanakannya Kejurda karate Forki Sumut ini. Apalagi pesertanya merupakan hasil dari Porwilsu tahun 2018 ditambah atlet PSE binaan KONI Sumut.

“Saya harapkan Kejurda ini menghasilkan juara-juara sejati yang akan dipersiapkan menghadapi Piala Kasad mendatang.

Sedang Ketua Panitia Pelaksanakan (Penpel) Kejurda karate Forki Sumut Ir Delfinus Rumahorbo mengatakan, even ini diikuti sebanyak 111 karetaka dari 229 atlet hasil Porwilsu. Namun dengan berbagai alasan termasuk sedang mengikuti Kejurnas karate antar perguruan, sehingga mereka tidak bisa mengikuti Kejurda ini.