Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 8 Truk Pakaian Bekas Ilegal

Medan – Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut melaksanakan press release mengenai penangkapan terhadap penyelundupan barang import ilegal berupa pakaian bekas, di Mapolda Sumut, Jumat (10/3/2017).

Dalam press release tersebut, hadir Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Toga Panjaitan didampingi Wadir Krimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan, Kasubdit I Indag AKBP Ichwan SH dan Kasubbid Penmas Bidang Humas AKBP MP Nainggolan.

Kabid Humas Polda Sumut melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa (7/3/2017) lalu, sekira pukul 20.30 Wib didepan Rumah Makan Minang Putri, di Jalinsum, Desa Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan.

AKBP Nainggolan menambahkan, Personel Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut kemudian mengamankan 446 karung Balpres pakaian bekas yang diangkut dengan menggunakan delapan unit kendaraan Colt Diesel.

“Pakaian bekas/balpres ilegal tersebut diduga berasal dari luar negeri dan diselundupkan melalui perairan Teluk Nibung, Tanjung Balai dengan tujuan Kota Padang dan Tapanuli Utara. Pelaku masih dalam penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi,” ujarnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan petugas antara lain :

– 446 karung balpres berisi pakaian bekas

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8102 MU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8110 EU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8393 EU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8235 EU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8404 AU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 9845 EU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil truk Mitsubishi coltdiesel BA 8119 EU beserta STNK mobil

– 1 unit mobil pickup L-300 BK 8171 VR beserta STNK mobil.

“Pasal yang dilanggar dalam kasus pakaian bekas ilegal tersebut adalah Pasal 102, 103, 104 UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dan atau Permendag RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas,” kata Nainggolan.(sp)